Ramadhan Diantara Kronologi Situasi

Setelah beberapa lama aku meninggalkan gubuk tercinta yang bernama Bulan Berkaca, dengan pelbagai alasanpun aku menelantarkan Rumah Tulisanku, maaf Bulan Berkaca, maaf telah melupakanmu, ijinkan aku untuk menempatimu kembali.

Senja di Pasopati

Senja di Pasopati

Sepucuk surat dibacanya, surat yang berisi pengutaraan sang ibu yang merindukan anaknya juga tentang kerasnya hidup di negeri orang, menjalankan kewajiban pengganti suami mencari nafkah menjadi tenaga kerja. Perempuan kecil itu pun menitikan air mata, membaca isi surat sang ibu, menerawang apa yang dirasakan dan perihnya hidup perempuan suci yang melahirkannya. Adzan pun berkumandang menghembuskan kebesaran sang Rabbi, menyentuh hati bagi orang yang beriman untuk mejalani titah yang suci. Perempuan kecil kini bergumam “Allahuma lakasumtu….” dengan hela nafas bersamaan perihnya air mata. Baca lebih lanjut