Chanel Tipi ( Pake Vi Bukan Pi )

televisiMencoba untuk anteng liat tv (televisi), mencari-cari chanel  mana yang cocok untuk disimak. Di pagi yang segar ini, ditambah menyeruput kopi hitam panas menjadikan pagi selalu enak dinikmati. Di cari-cari lagi chanel mana yang mau disimak. Gak ada tayangan program yang sesuai mood, chanel 1 acara gosip (isu artis, skandal, cerai dll, gak ada manfaat kata saya), chanel 2 acara live musik yang banyak penonton alay  dan penonton bayaran (gak jelas ini acara musik atau acara alay), chanel 3 acara gosip isinya ya itu-itu aja (gak ada manfaatnya kata saya), chanel 4 acara live  musik yang pembawa acaranya alay (yang nyanyi kebanyakan pada lipsing, mending liat pantomim), chanel 5 acara yang isinya berita politik dibawa secara santai oleh pembawa acara (isinya masih soal wacana terkait korupsi, ah bosen). Akhirnya matiin Tv, lalu mandi.

Siang hari saat jarum pendek jam mengarah pada angka 1, dan jarum panjangnya berada di angka 12. Keadaan yang panas mentereng, cocok jika ada tukang es cendol atau es goyobod  yang lewat depan rumah. Sambil menunggu sampai pukul 3 karena ada urusan yang lumayan gak penting, kembali Tv dinyalakan, chanel 6 belum nongol acaranya apa (iklan yang bejibun beterbangan), chanel 7 yaelah acaranya gosip lagi (dengan dalih bukan gosip tapi infotainment), chanel 8 acara berita yang isinya politik (ada iklan promosi partai sama capres, kayaknya tuh orang pemilik stasiun tvnya), chanel 9 yaelah gosip yang isinya tentang perselingkuhan sama penabrakan mobil (au ah pusing dengan yang namanya gosip), balik lagi ke chanel 1, busyet  masih gosip aja ( beuh sepertinya membicarakan orang kini menjadi hal yang menarik di masyarakat) chanel 2 isinya film Tv, aktornya itu-itu aja, tempatnya juga itu-itu aja, kalo gak di Bali ya di Jogja hahaha (cinta lagi-cinta lagi), chanel 3 isinya acara anak (kayaknya ini acara yang lumayan untuk disimak, liat kondisi zaman kayak gini mendingan semua orang balik lagi jadi anak kecil deh) chanel 4 acara Film Tv (masih bertema cinta yang dihubungkan ama makanan, bakpau cintaa…, bakpau cintaa,… mesen bakpau mbak?). Karena bosan gonta-ganti chanel, akhirnya matiin Tv, lalu beli es cendol keluar.

Selepas beraktivitas, dan  ketika waktu menunjukan petang menuju malam (kira-kira pukul 19.00 WIB) paling enak jam segini tuh nyantai di sofa sambil liatin Tv. Nyalain Tv, rebahan di sofa,  lalu mencoba menyimak. Chanel 5 acara talkshow isinya perdebatan tentang masih yang dinamakan politik ( akting atau serius kini sulit membedakan), chanel 6 isinya masih iklan (kayaknya chanel ini tayangan acaranya iklan doang), chanel 7 acara kartun buat anak (kartun sekarang isinya kanibal, yang selama ini anak-anak kita tonton ternyata isinya beginian), chanel 8 acara berita politik (cap-cip-cup), chanel 9 acara komedi serem (komedi live, masih heran kenapa acara gini disebut comedy, lucu enggak, kasar iya, saya sangat tidak suka acara ini namun masyarakat kita teramat menyukainya , oh tusuklah saya…) chanel 1 acaranya masih gosip (makan aja tuh gosip) chanel 2 acara sinetron, dengan suasana layaknya sekitar kita (tapi jadi serem, yang namanya haji tuh kok nyebelin?), chanel 3 acara sinetron remaja (cinta, galau, kaya, miskin, mati aja dah remaja Indonesia). Mata ini lelah, lelah karena aktivitas, lelah karena tayangan-tayangan yang bikin lelah, mata pun ingin terlelap, akhirnya  Tv di matikan, lalu di kubur dalam-dalam.

Wahai para manusia, apapun yang anda simak dalam televisi waspadalah, cari tayangan yang membuat anda bermanfaat, jika anda ingin dihibur cari tayangan yang dapat menghibur hati, bukan tayangan yang menghambur-hambur diri, apalagi sampai menghamburkan  steroform, bedak sampai terigu. Cari juga tayangan yang tidak lebay apa lagi banyak alay. Cerdas lah memilih tayangan, secerdas anda memilih pasangan.

Iklan

Antara Buku Hilang, Hujan, dan The Godfather

Hari menjelang sore, berencana mau pergi menjumpai kerabat, kandas disebabkan hujan yang amat besar, jalananpun hampir menyerupai sungai citarum. Ditemani suara hujan dan di ganggu oleh cipratan air yang turun membasahi buku di atas rak  (baru sadar kalo atap bocor), dengan gesit selincah tarzan  saya mengamankan buku dengan cara melempar-lemparkannya keatas kasur, “tadaaa” kamarpun acak-acakan penuh buku. Alhasil saya pun  membereskan dan menata kembali buku-buku korban bocor ke tempat yang aman. Saat beres-beres berlangsung, alangkah senangnya hati ini  karena menemukan sebuah buku yang saya kira selama ini hilang diculik orang.  Buku itu berjudul The Godfather  karya penulis hebat almarhum aki  (sunda yang artinya kakek) Mario Puzo, pasti anda semua tahu dong dengan si aki dan karyanya ini,  The godfather karya si aki kan sampe dibuat jadi sebuah trilogy movie yang super keren, malah film The Godfather 1, dan The Godfather 2 sampai sekarang masih di posisi 2 dan 3 di Top 250 IMDB (Internet Movie Database). Sungguh  film bagus peraih piala oscar dizamannya.

DVD, buku the godfather

Karena saya senang sudah menemukan  buku yang dikira hilang itu secara tidak sengaja, jadinya saya pengen nonton film legendaris karya aki Puzo tersebut (soalnya kalo baca bukunya lagi kelamaan). Masih ditengah suasana hujan yang mulai rintik-rintik, saya mulai mencari kaset DVD The Godfather yang kebetulan memang saya sudah punya. Tak berapa lama, kaset DVD yang dicaripun ditemukan didalam laci meja yang tak bertuan. Bersama Ujan yang belum reda,malah makin besar kembali ujannya, saya pun nonton film The Godfather dengan mesra ditemani buku yang masih berserakan (karena belum selesai dibereskan, keburu girang nemu buku yg ilang) juga hujan yang masih menangis tersedu-sedan.

the god father

Hampir tiga jam lebih menonton (usai dah filmnya), dan hampir tiga jam pula hujan belum reda. Anehnya padahal saya sudah beberapa kali menonton ini film, namun masih saja tak bosan dengan film yang disutradarai oleh Francis Ford Coppola ini,  apalagi akting menawan dari almarhum eyang Marlon Brando (Don Vito Corleone), dipadukan dengan akting total bapak Al Pacino (Michael Corleone) menambah greget dan keasyikan dalam menonton.

Bila ada diantara kalian yang belum pernah menonton, lebih baik anda menonton secepat-cepatnya. Suer ini film bagus. Dan saya akan coba buat resensi filmnya biar tambah penasaran bagi yang belum nonton.

The Godfather

THE GODFATHER

Film ini bisa dikatakan film serial drama kekerasan dan diadaptasi seutuhnya berdasarkan novel karangan Mario Puzo yang berjudul sama dengan judul filmnya. Digarap secara apik, penuh ketelitian, sungguh merupakan karya klasik. Epik yang menjadi contoh terbaik genre film gangster dan mafia. Penokohan karakter dalam Film ini sangat kuat , dengan pencahayaan, dan tata kostum dengan latar yang amat mendukung. Sebuah film nostalgia, yang mampu membangkitkan memori penonton tentang masa pertengahan dan akhir 1940-an dalam kehidupan bawah tanah Amerika.

Film ini berkisah tentang  sebuah keluarga mafia Corleone, dengan pengaruh dan kejayaannya. Tokoh fiktif keluarga mafia yang dikisahkan merajai Newyork  pada tahun 1940-an. Ritual-ritual dan kode kehormatan keluarga mafia (keluarga etnis italia/turunan itali)  ini sangat berbeda diantara masyarakat pada umumnya. Keluarga ini menerapkan sistem balas dendam, keadilan, hukum, dan kesetiaan diatas nilai-nilai lainnya (kehormatan dan martabat keluarga sangat amat dijunjung oleh anggota keluarga).

Suatu saat Don Vito Corleone (sang Godfather/pemimpin keluarga) ditembak di jalanan oleh musuhnya (keluarga mafia lain) anak lelakinya, Sonny, Fredo, dan anak kesayangannya Michael mengambil alih kepemimpinan. Peristiwa tertembaknya Don tak ayal memicu perang antar kelompok bawah tanah (para keluarga mafia itali) di Amerika. Sonny Corleone anak Don Vito yang emosinya meledak-ledak (temperamen tinggi) akhirnya tewas, membuat Michael (adik Sonny) naik kepuncak  kekuasaan menggantikan Don Vito yang pensiun.

Hampir semua pemain dalam garapan film ini tampil tanpa cela, plotnya dramatik, dan aransemen musik karya Nino Rota benar-benar tak terlupakan. Adegan-adegan kekerasan yang ditampilkan dalam film ini kadang-kadang mengejutkan dan tak biasa.

Judul :  The Godfather  Pemain : Marlon Brando (don Vito Corleone), Al Pacino (Michael Corleone), James Caan (Sonny Corleone), Jhon Cazale (Fredo Corleone), Robert Duval (Tom Hagen), Diane Keaton (kays Adam)   Sekenario : Mario Puzo dan Francis Ford Coppola  Sutradara : Francis Ford Coppola  Sinematografi: Gordon Willis   Musik: Nino rota  Produksi Gray Frederickson, albert s.Ruddy/Paramount Pictures  Panjang Film : 175 menit   Genre : crime,drama  Penghargaan : 10 nominasi Academy Award, termasuk Best Director; 3 nominsai untuk best supporting actor (James Caan, Robert Duvall, Al Pacino), Best Sound, Best original Score3  Academy Awards; Best Picture, Best Sound, Best original Score, Best Actor (Marlon Brando), Best Adapted Screenplay.

Nah sekarang film apa yang anda suka? (tulisan dah rampung, dan diluar masih saja hujan)