Rok Mini : Antara Sakit Hati dan Seni Memasak yang Berujung Kebahagiaan

Rok Mini, kepanjangan dari Rok Mini Lestari, gadis desa yang ditinggal suaminya merantau ke kota. Ini tahun keenamnya didalam kesepian. Sudah tak ingat lagi kapan terakhir kali suaminya memberikan kabar. Seingatnya kabar terakhir  yang ia dapat dari suaminya adalah sebuah email (konon katanya jaman rok mini hidup belum ada computer) berisikan pesan bahwa sang suami kini memiliki KTP dengan status perkawinan belum kawin. Dan mengatakan bahwa dia akan pulang kalo hujan nanti turunnya kelapa parut bukan air. Rok Mini saat itu belum mengerti pesan dari suaminya, karena memang Rok Mini kala itu terjangkit penyakit buta huruf. Setelah sekarang, setelah Rok Mini melek huruf, sesudah ia menghabiskan sebelas tahun di IMF (Indonesia membaca federation)  ia mengerti akan pesan terakhir suaminya, kalau ternyata suaminya tak akan kembali, suaminya telah menceraikan Rok Mini. Sedih hatinya, berkaca-kaca matanya. Mengingat ia sangat rindu suaminya, mengingat ia sangat menunggu sosok ayah dari anak-anaknya, dan mengingat kalau ternyata dirinya memang belum punya anak. Baca lebih lanjut

Anjing Menggonggong Kafilah pun tak Berlalu

Semua cacian sudah terlanjur aku dapatkan, sebuah hinaan, sebuah hasutan dan segelintir ocehan begitu sering aku dengar. Berawal dari pernikahanku dengan seorang pelacur muda yang cantik dan juga baik. memang wanita itu gadis yang baik dengan pekerjaan yang amat busuk, busuk pekerjaannya cantik hatinya. itu menurutku karena aku telah mempersuntingnya dan aku telah jatuh cinta dibuatnya. banyak pertentangan yang menyelimutiku dengan niatku tatkala ingin mempersuntingnya. pertentangan itu amat deras apalagi dikalangan keluargaku. apa daya keputusanku sudah bulat, hingga akhirnya aku minggat, lebih tepatnya lagi aku di usir oleh orang tuaku sendiri.
Sekarang aku sudah menikah, dengan wanita yang kuinginkan dengan perempuan mantan PSK

, istiku kini sudah  bertobat dari pekerjaan kotornya itu. dia sekarang tak bekerja, dia jadi ibu rumah tangga, jadi seorang istri yang merawat suaminya dengan kasih sayang dan cinta. Baca lebih lanjut

Dunia Kiamat Sebelum Waktunya

sudah lima hari Kotor tak mandi, sudah tiga hari Kotor tak makan, sudah dua hari Kotor tak mencuci baju, dan sudah kurang lebih dari sejam Kotor tak minum. Namanya Kotor, nama lengkapnya Kotor Kerna Ta’kucel. sudah sebulan lamanya dia berdiam diri, hidupnya yang teratur kini tak teratur, dirinya yang dulu periang kini malah jadi meriang. ada apa gerangan yang menimpa Kotor, seberapa besarkah masalah yang dia hadapi sehingga dia sampai tak mau mandi selama lima hari. kini badannya teramat kotor, sekotor namanya. Baca lebih lanjut

Sudah Jadi Kepompong Hasilnya Cacing Buruk Rupa

betapa malangnya nasib Jarum seorang petani muda yang hidupnya sendiri, menyendiri dari semua keadaan yang ada. menyendiri karena pilihannya hanya untuk sendiri. tak ada yang mau berteman dengan dia, tak ada orang tua atau sanak family lainnya. benar-benar hidup sendiri, yang ia punyai hanya sekotak kecil sawah dan gubuk derita tempat dia tinggal. karena itu setiap malam, setelah ia beraktifitas dalam kesendiriannya. Jarum sering merenung, berkontemplasi antara dirinya dengan hatinya dan dengan Tuhannya. ia tak mau hidup sendiri, ia tak mau jadi petani miskin. ia menginginkan untuk keluar dari zona penderitaan.

sehari didalam gubuk kecilnya Jarum beribadah kepada Tuhannya, satu minggu ia semakin khusuyuk dalam peribadatannya. berbulan-bulan ia berpuasa dan tafakur meminta keridhaan dari sang maha Kuasa. Baca lebih lanjut

Anak Halal dari Proses yang Haram

Teman-temannya bilang Rusak anak hina, hina sehina-hinanya seorang anak. Hina sehina-hinanya seorang manusia yang dilahirkan tanpa adanya seorang ayah, atau seorang bapak, atau sewaktu ibunya melahirkan Rusak, tak ada namanya seorang suami dalam proses kelahiran anaknya itu.

 Ibunya menamakan dia Rusak, nama itu terbersit dari pikiran ibunya yang memang sudah rusak,nama itu lahir dari otak ibunya setelah beberapa menit Rusak lahir. Menurut ibunya nama Rusak itu adalah cerminan nasib dirinya yang menganggap bahwa dulu ia telah rusak, rusak karena memang tubuhnya telah terpakai oleh puluhan lelaki tak punya moral, rusak karena akhirnya dia mendapatkan musibah harus mengandung seorang janin  yang pada sampai batas waktunya janin tersebut akan bermetamorfosis jadi seorang manusia yang bernama Rusak. Berulang kali Ibunya ingin menggugurkan Rusak yang kala itu masih janin. Betapa ibunya ingin sekali mengaborsi musibah yang ia dapatkan dengan mengakhiri nafas yang ada didalam kandungannya itu. Namun selalu gagal, ibunya Rusak selalu tak berhasil ketika mencoba mengaborsi Rusak yang masih janin itu. Ada suara yang selalu mencegahnya, ada sebuah cahaya terang yang selalu menghalangi, ada kabut yang sering mengaburkan pikirannya. detik demi detik sampai berbulan-bulan akhirnya sang ibu mengurungkan niat membunuh Rusak   hingga Rusak pun terlahir kedunia yang semak Baca lebih lanjut