Sebuah Refleksi : Caligula dan Tentang Kebahagiaan

Teringat dari beberapa dialog lakon Caligula karya Albert Camus, perbincangan antara Caligula dengan Caesonia.

 Caesonia : bahagia itu sifatnya baik, tidak merusak.

 Caligula : Kalau begitu, bahagia ada dua macam. Dan aku telah memilih bahagia yang membunuh. Karena dengan membunuh aku jadi bahagia. Ada masanya aku mengira telah mencapai puncak dari keperihan. Tapi tidak, orang bisa pergi lebih jauh lagi. Dibalik batas keperihan itu terbentang bahagia yang indah tapi tak hidup.

Kebahagiaan adalah perkara yang di perbincangkan antara Caligula, dan Caesonia. Dan Caligula berargumen tentang kebahagiaan, berpendapat bahwa artian bahagia itu subjektif, tergantung pada orang yang merasakannya. Dan caligula mengkategorikan ada dua macam kebahagiaan yakni kebahagiaan yang merusak  dan kebahagiaan menurut Caesonia, bahwa bahagia itu sifatnya baik, tidak merusak. Baca lebih lanjut

Iklan