Kisah Waktu Lalu

Anak manusia para penjaga alam. Suasana hidupnya silih berganti, dari keadaan hati yang berubah mengikuti keadaan. Hanya cinta dan kasih sebagai pembeda.

 

 

masa kecil

 

menceburkan diri kesungai

 

 

kerasnya hidup

 

pergi ke ladang

 

aku dan ayah

 

gembala

 

insiden

 

sendiri dan rel

 

berlari

 

pedagang keliling

 

pemungut sampah

 

petani

 

pemotong kayu

Iklan

Saat di Bulan Mei

banyaknya sesuatu yang bisa kita lihat di setiap harinya, hal yang terlihat sederhana mungkin menjadi istimewa tergantung sudut pandang pengamatan kita..

 

barong

 

patromak

 

teduh

 

lampu

 

pisang

 

komposisi

 

topi

 

kambing

 

 

Ketika Iblis Ingin Ditiru

pertunjukan dramaSekiranya kalian para manusia itu belajar dan memahami betapa beruntungnya kalian menjadi manusia, para manusia ini harus lebih banyak mempelajari tingkah lakunya dari aku, aku sang Iblis. aku yang telah di kutuk oleh Tuhan, dikutuk untuk kekal di neraka. Manusia tak sadar betapa sabarnya diriku, betapa tabahnya aku dalam menggoda mereka, aku tak pernah berputus asa dalam pekerjaanku, aku giat dan bersemangat dalam membujuk manusia kedalam kekafiran. tirulah aku, tirulah semangat dan pengorbananku.

Tirulah aku betapa aku mencintai Tuhan, hingga aku tak mau bersujud pada Adam, aku tak mau bersujud selain kepada Tuhan. lantas aku dikutuk karna kecintaanku pada Tuhan, tapi aku tak protes, aku tak marah, aku hanya mengajukan syarat bahwa aku hidup dineraka tak mau sendiri, aku ingin punya teman dan aku meminta pada Tuhanku agar aku dapat membujuk para manusia, untuk dapat hidup bersamaku di neraka kelak. Tuhan pun mengiyakan keinginanku. betapa aku menyayangi Tuhan, betapa aku dulunya adalah ahli surga, dan sekarang aku ahli neraka, ahli neraka yang masih mencintai Tuhan, karna aku diciptakan untuk ditakdirkan, dan beginilah takdirku. Setiap hari tanpa lelah dengan semangatnya menggoda kalian. sebenarnya aku tak membenci kalian manusia aku hanya tak mau bersujud saja pada moyangmu Adam, hanya itu saja. dan aku juga ingin mempunyai teman pada saat nanti beraktivitas di neraka. sekiranya kalian maklum, dan dapat memahamiku, khususnya pada manusia-manusia yang telah tergoda imannya, telah goyah keyakinannya pada Tuhan. dan itu sebetulnya bukan salahku, itu salahmu sendiri para manusia karena tak kuat imannya. walaupun aku menggoda dan menjebloskanmu ke neraka toh aku tetap percaya pada Tuhan, tetap mencintaiNya, tetap menjalankan perintahNya, yaitu menggoda kamu manusia sekalian.

Pernah aku mencoba untuk merasa kasian pada kalian, pernah aku mencoba untuk kembali menjadi ahli surga, mencoba untuk tidak menggoda manusia. dan keadaanya bukan baik, malah tak ada keseimbangan. Dunia jadi berat sebelah, semua manusia yang ada didunia kala itu baik semua, sholeh semua. Tak ada kejahatan, tak ada keburukan hingga tak bisa lagi memebedakan sesuatu yang baik dan yang buruk (karena tidak ada keburukan). Tak ada contoh kebaikan karna tak ada pula kejahatan. hingga pada akhirnya datang sang Nabi menemuiku dan bercengkrama denganku, nabi itu menanyakan kenapa kamu bertobat?, dan kamu selamanya tak bisa menjadi ahli surga lagi sebelum kau bersujud di makam Adam. aku disana berpikir kembali, dan merenung, sebenarnya apa yang telah kuperbuat, apa yang telah kukerjakan. sungguh mati aku tak mau bersujud kepada selain Tuhan, tak rela aku bersujud kepada Adam yang masih makhluk Tuhan, yang masih ciptaan Tuhan. dan akupun kembali pada tugasku sebagai pimpinan pelatihan keimanan manusia, kembali bertugas menggoyahkan keimanan manusia.

Kau tahu manusia, kenapa malaikat begitu patuh dan taat kepada Tuhan, karna malaikat itu tak di beri nafsu. dan kenapa kalian manusia ada yang taat pada Tuhan dan ada yang kafir ?, karna kalian di beri hawa nafsu, dan juga akal.  Akal bisa mengendalikan nafsu, dan nafsu pun bisa merusak akal. karena proses itulah kalian manusia ada yang baik dan ada yang jahat. semuanya tergantung bagaimana cara kalian mengendalikan nafsu dan akal kalian. Kalian pun tentu tahu bahwa aku tercipta dari api, dan hanya nafsu yang aku punya. tapi kalian catat bagai mana makhluk seperti aku bisa jadi ahli surga (sebelum adam diciptakan) dengan hanya sebuah nafsu,tingkat keimananku setara malaikat kala itu. betapa aku makhluk yang terkutuk yang paling mencintai Tuhannya. hingga adam lahir dan semua surga yang akan aku dapatkan jadi terlepas begitu saja. Gara-gara Adam makhluk dari tanah, yang ditakdirkan menjadi khalifah di bumi, maka akhirnya aku manjadi ahli neraka. Tapi aku tak menggugat Tuhan, aku pasrah, aku terima, karna memang itu takdirNya, itu pilihanNya.pertunjukan teater

Ini telah menjadi pilihanku, ini jalanku, walau kalian manusia selalu menghinaku, menghardikku, mengumpatku, menyumpah serapahiku, aku terima. namun kau harus tahu wahai manusia aku masih mencintai Tuhanku, aku masih menjalankan titah Penguasaku. dan Tuhan pun masih teramat mencintaimu. jadi berpikirlah kalian, bercerminlah dari sifatku, sifat penyabarku, sifat kecintaanku, dan sifat tak pernah menyerahnya aku.

Janganlah membuat Tuhanmu ragu.

Di dalam putih ada titik hitam, didalam hitam ada titik putih.

Di setiap keburukan tersimpan sedikit kebaikan. dan dalam kebaikan tersimpan sebuah nilai yang buruk..

MARI BERPUISI –1000 Orang Akan Berpuisi di Jalan Buah Batu (Silahkan Berpartisipasi)

1476347_683364488348822_1629022866_nSegera daftarkan diri anda untuk berpartisipasi dalam Event “1000 Orang Akan Berpuisi di Jalan Buah Batu”

Pelaksanaan acara pada tanggal 21 november 2012, pukul 15.00 WIB.

Daftarkan diri anda di:

KMT (Keluarga Mahasiswa Teater) STSI Bandung Jln Buah Batu No 212.

pendaftaran sampai tanggal 20 November 2013

CP:

085655652423 (Fajar)

085703233881 (Ai Ine)

085717204211 (Endang)

Ayoooooo Mariii berpartisipasiiii !!!!

Seringai Mengunjungi Lenggang

Haru di hari yang dingin menjelang pagi, keharuan tampak karena mimpi yang aneh penuh dengan hal kontemplatif. Aku lekas bangun bergegas ke kamar mandi, dan membuang kotoran seadanya. Ternyata para orang tua sudah beraktifitas di subuh hari begini, malu sebagai anak muda melihat para orang tua yang mestinya banyak istirahat, justru lebih giat dan rajin di banding anak-anak muda yang jauh dibawahnya. Dari kamar mandi aku masuk lagi ke kamar  tidurku untuk melanjutkan mengelana di ruang mimpi (tak tahu diri).

Terbangun dari mimpiku bagian ke- dua, bergetar ponsel ku diiringi nada suara khas yang memberitahukan ada sebuah pesan yang masuk. Dengan sigap aku mengambil ponsel, dan membaca isi pesannya. Ternyata pesan dari seorang kawan, memberitahukan bahwa sajakku di muat di sebuah koran. Aku pun bangun dari tempat tidurku, lekas membersihkan diri, kemudian pergi untuk membeli koran.

Ternyata benar, 3 puisiku dimuat di harian Pikiran Rakyat hari ini.

Seringai Dalam Waktumu

Seperti mendengar jejak langkahmu yang gemericik

Melangkah, seiring jatuhnya daun-daun

Layaknya perenungan yang turun dari langit

Dan dengan lambatnya rona yang memerah

Menyerap ke pori-pori mukamu yang pucat

Sunyi kalbu mendekap pada senyap

Esok pada senja kan ku dengar senandung layu

Menyusuri irama-irama yang berdentang

Selirih kekal siulanmu berdiam di benaku

Saat kau pejamkan wajah-wajah yang lelah

Bermekaran di bola matamu, bagai ngengat dimakan jejak

Selembut biasmu menyulam para hati

(di muat harian Pikiran Rakyat Minggu, 17 November 2013)

 

 

Menyirat Sebuah Angan 

 

Aku inginkan agar bulan berkaca

Diiringi bintang jatuh yang tergelincir kegirangan

Terdengar suara tiupan angin dan kesepian kosmos,

Bukankah itu lebih baik,

Bila tujuh puluh lima dosa dan ketakutan bersanding di peraduan malam

 

Aku ingin mengendarai kereta matahari ,

Ditemani air hujan dan kicaunya burung gereja.

Tersirat Angan-angan yang  hanyalah makna

Mengejar air mata menjadi lingkaran tak berprasangka

(di muat harian Pikiran Rakyat Minggu, 17 November 2013)

 

Mengunjungi Lenggang

Mengunjungi lenggang,

kulihat sebuah istana menggantung dilangit

di dinginnya fajar, kau merengek lagi

Embun belum turun

Matamu berkaca-kaca

Ada benarnya dalam hal yang sederhana,

Melesat jatuh atau hujan akan turun dengan rintik-rintik

Berawalan dengan matahari yang sembab

Jangan bicara mati

Karena kata-kata mesti dipikirkan

untuk sekian kalinya

Awan yang putih beradu dengan cahaya

Dan ampas pagi yang menyusut hingga lenyap

Memandang, seperti tatapan takdir yang akan berubah

Duduk di pelataran daun yang lebar

Di tepi sungai Mahakam

Mendatangi hening, semua serba lirih

Di subuh ini akan tampak berbeda
Walau Tuhan tetap tak tampak

Tapi aku tahu

jalannya memang berlaku

(di muat harian Pikiran Rakyat Minggu, 17 November 2013)

 

selamat menikmati hari minggu yang cerah dalam kemendungannya.