Abiogenesis (Memento Mori)

siluet

Bertemu denganmu semalam,antara sukma kita bercengkrama.

Gaunmu itu, gaun pemberian mendiang ibumu. Terlihat mempesona, hasratku ingin memelukmu.

Apa mau dikata jasadku, jasadmu terpisah dalam ruang kefanaan.

Pertemuan dalam keterbelengguan.

 

Di ujung masa, di penghujung detik-detik dimensi kehampaan.

Ketika bayangan ku mulai retak terbiaskan oleh kemilau makhluk cahaya.

Ketika dirimu pun beranjak hilang dalam gelap.

aku meneteskan airmata. Dan aku hilang kesadaran menjadi senyawa yang baru.

gedung tua

 

Kini aku melayang, terbang mengitari taman yang menakjubkan indahnya. Tak bisa kujelaskan keindahan ini. Bunga-bunga indah, namun dengan volume yang begitu besar.

aku terbang mengitari daun, tangkai, layaknya tubuhku ini mengecil bagai kumbang yang selalu berputar mengelilingi bunga-bunga.

Aku bahagia, dan aku lupa siapa aku, namun perasaan gembira begitu sempurna.

Kegembiraan yang absolute, dengan diri yang nyatanya merasa amat kerdil. Keanehan dengan kebahagian yang luar biasa. Aku tak tahu ini dimana, dan aku lupa siapa aku, dan apa aku ini.

bunga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s