Rindu Masa Muda

 

best friendKangen masa-masa kuliah dulu, rindu pada saat berkumpul bersama teman-teman. Karena saat itu saya terjerumus dengan berbagai aktifitas dan organisasi, yang alhasil lebih banyak ngaco daripada menuntut ilmunya. Beberapa periode pernah saya tinggal dan hidup di basecamp organisasi (lebih mirip kandang sih, soalnya dihuni oleh beberapa hewan.. haha) bersama kawan-kawan yang sekarang ini entah dimana keberadaan mereka. Istilah sekre yang biasa kami gunakan untuk menyebut bascamp yang kayak kandang itu, apalagi pernah ada kejadian dimana kami tidak memperoleh jaringan listrik,dan pernah diusir oleh yang punya tempat, karena kami disana ngontrak.

Waktu itu saya dan kawan-kawan penghuni sekre hidup nomaden, di usir dari kontrakan satu pindah kekontrakan lainnya, dari kandang kebo pindah ke kandang ayam. Ratusan proposal disebar keberbagai pejabat dan perusahaan, siapa tahu ada orang yang khilaf yang mau mendonasikan hartanya untuk membantu kami membayar uang kontrakan. Sebenernya ada beberapa kawan yang ngekos termasuk saya, cuman entah kenapa kami sangat betah numpang di sekre, mungkin suasananya yang bersifat kekeluargaan juga rasa kebersamaan dan persaudaraan yang erat, namun semua tak lepas dari persaingan dan percekcokan.

Beragam sikap dan sifat, beragam kesukaan dan hoby menjadikan suasana sekre berwarna, dan seperti yang saya bilang tadi bahwa persaingan sangat kental terjadi diantara kami, contohnya ketika satu orang lagi terjun dengan dunia kepenulisan yang lainpun tak mau ketinggalan (pada dasarnya hanya tak mau kalah saja) walaupun asal-asalan. Orang paling berjasa yang membuat kami mengenal dunia tulisan adalah senior kami, master kami, kakak kami Sukron Abdilah, beliau sosok paling dewasa (karena yang paling tua kedua setelah master Syafaat) dan paling royal kepada kami juniornya. Dan karena beliau seorang penulis, maka beliau banyak membingbing, menuntun kami dalam berbagai hal, salah satunya menulis (walau kami memang tak pernah mendengarkan saran beliau haha).

beliau adalah Sukron Abdilah 6 tahun yang lalu, beberapa buku sudah beliau hasilkan, dahsyatnya shalat duha merupakan buku best sellernya. hngga hari ini masih bergelut di dunia penulisan. beliau juga kini bekerja sebagai redaksi di sebuah media online. jika ingin lebih kenal dengan Sukron Abdilah, silahkan kunjungi http://sukronabdilah.wordpress.com/

Ada lagi beberapa senior yang berpengaruh besar dalam mengacaukan pemikiran belia kami. Diantaranya yaitu, Amin Roiso (Amin Rais Iskandar) termasuk tetua dalam ahli politik dan jurnalis di organisasi kami, wajahnya sangar hatinya imut, pemikirannya seperti Gandi yang sedang kerasukan Videl Castro. Sesekali beliau sering mengemukakan hal berbau filsafat transenden yang benar-benar pada akhirnya itu memposisikan kami bagai anak TK yang harus mencerna pemikiran Imanuel Kant atau Albert Camus. Adalagi Master Syafaat R Slamet, beliau pakar tasawuf atau kebatinan (Jalalludin Rumi nya sekre), merupakan sosok yang paling tertua diantara senior yang tua. Wajahnya lembut keibuan,kulitnya halus putih seperti model iklan lotion kecantikan, dan tutur bicaranya itu loh, penuh dengan kebijaksanaan , sepertinya beliau juga berpartisipasi dalam merumuskan pancasila dan UUD negara. Selanjutnya ada Mister Jajang Nurjaman, ahli pikir dan filsafat. Sepertinya dia merupakan inkarnasi dari Plato atau Thales, wuih sumpah demi Tuhan (ala arya wiguna ) beliau kalau sudah bicara filsafat atau mengemukakan sebuah teori 2 hari 2 malam gak abis2, otaknya kalau disamain sama procecor dah core i5, melawan kami mesin ketik yang baru diservice. Ada beberapa lagi master senior yang tak kalah gokilnya, seperti pak Jangut Rifki ahli hukum (hukum rimba), Master Farid yang ahli Ushuludin dan ilmu Akidah, sempat kami mau jadi atheis di buatnya (hhehe just kidding men!!) dan ada banyak lagi yang lainnya (gak deng emang segitu aja kayaknya).

beliau adalah Amin Roiso (Amin Rais Iskandar) beliau pernah bekerja sebagai kontributor di sebuah majalah politik ibukota, sekarang pun masih bergelut di dunia yang sama.

 

IMG_0894

sosok foto di atas adalah Syafaat R Slamet, kira-kira foto tersebut di ambil 6 tahun yang lalu. sekarang beliau bersatus sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di bdg, juga sebagai penulis yang aktif di beberapa media masa.

Setelah para master senior meninggalkan dunia keartisan di sekre tercinta, tinggalah kami para shinobi pencari keyakinan dan harapan palsu yang tetap bergelut di dunia keartisan sekre yang mau ambruk. Persaingan semakin ketat, dari mulai bersaing membaca buku hingga mengkoleksi (pada akhirnya memang mengkoleksi saya jamin itu). Dalam dunia penulisanpun terus berlanjut, berlomba-lomba menulis dan dikirimkan ke media cetak, berawal dari persaingan menulis, hingga ke persaingan menunggu siapa yang di muat tulisannya, tak disangka orang yang tadinya buta huruf, dengan kehidupan tertinggal teknologi, melesat menjadi seorang penulis yang sering dimuat tulisannya. Saluut buat Rovi’i Gracia Indri. Orang yang paling katro berubah menjadi sosok yang masih katro.

ini adalah Rovi’i Gracia Indri, penulis muda. tulisannya sering muncul di beberapa koran nasional. sekarang bekerja sebagai konseptor di mizan media utama. kalau mau kenal silakan berkunjung ke blognya http://tingkatdua.wordpress.com/

Dan ada saudara cecep yang bermanuver membentangkan sayap dalam dunia penulisan, dengan Blog Gado-gado katanya beliau menjadi penulis spektakuler. Tak menyangka dibalik keanggunan dan pencarian jati diri kelelakiannya, dia berhasil membuktikan semangat menulis dengan tuturan kata yang khas, yang menimbulkan orang yang membacanya menangis karena ketidak pahamannya (hhahaha) good luck kepada mas Cecep yang kerap pingin dipanggil Hasan sang Tompel Prematur.

ini namanya hasan, penulis blog. beliau kini bekerja sebagai seorang editor. kalau mau tahu lebih lengkap tentang hasan liat aja di sini http://hasannote.wordpress.com/

Untuk saudara Ibeng Jabrah, Nden Ghofur, Riki Ahmad Jedud, Dasam Tompel Stadium 5, dll akan ditampilkan ditulisan yang akan datang (entah kapan itu)

All saya kangen masa-masa itu, kisah yang menjadi pewarna hati saat menjalani kehidupanku di masa yang akan datang.

 

 

Iklan

4 responses to “Rindu Masa Muda

  1. Sedih sasedih sedihna…. Aing maksakeun seri bari eweuh nu ngalaketek ge! sarua Bo (“BO” artinya Buntelan Hitut) Aing ge teu rindu…. eeeh Rindu maksud teh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s