Antara Buku Hilang, Hujan, dan The Godfather

Hari menjelang sore, berencana mau pergi menjumpai kerabat, kandas disebabkan hujan yang amat besar, jalananpun hampir menyerupai sungai citarum. Ditemani suara hujan dan di ganggu oleh cipratan air yang turun membasahi buku di atas rak  (baru sadar kalo atap bocor), dengan gesit selincah tarzan  saya mengamankan buku dengan cara melempar-lemparkannya keatas kasur, “tadaaa” kamarpun acak-acakan penuh buku. Alhasil saya pun  membereskan dan menata kembali buku-buku korban bocor ke tempat yang aman. Saat beres-beres berlangsung, alangkah senangnya hati ini  karena menemukan sebuah buku yang saya kira selama ini hilang diculik orang.  Buku itu berjudul The Godfather  karya penulis hebat almarhum aki  (sunda yang artinya kakek) Mario Puzo, pasti anda semua tahu dong dengan si aki dan karyanya ini,  The godfather karya si aki kan sampe dibuat jadi sebuah trilogy movie yang super keren, malah film The Godfather 1, dan The Godfather 2 sampai sekarang masih di posisi 2 dan 3 di Top 250 IMDB (Internet Movie Database). Sungguh  film bagus peraih piala oscar dizamannya.

DVD, buku the godfather

Karena saya senang sudah menemukan  buku yang dikira hilang itu secara tidak sengaja, jadinya saya pengen nonton film legendaris karya aki Puzo tersebut (soalnya kalo baca bukunya lagi kelamaan). Masih ditengah suasana hujan yang mulai rintik-rintik, saya mulai mencari kaset DVD The Godfather yang kebetulan memang saya sudah punya. Tak berapa lama, kaset DVD yang dicaripun ditemukan didalam laci meja yang tak bertuan. Bersama Ujan yang belum reda,malah makin besar kembali ujannya, saya pun nonton film The Godfather dengan mesra ditemani buku yang masih berserakan (karena belum selesai dibereskan, keburu girang nemu buku yg ilang) juga hujan yang masih menangis tersedu-sedan.

the god father

Hampir tiga jam lebih menonton (usai dah filmnya), dan hampir tiga jam pula hujan belum reda. Anehnya padahal saya sudah beberapa kali menonton ini film, namun masih saja tak bosan dengan film yang disutradarai oleh Francis Ford Coppola ini,  apalagi akting menawan dari almarhum eyang Marlon Brando (Don Vito Corleone), dipadukan dengan akting total bapak Al Pacino (Michael Corleone) menambah greget dan keasyikan dalam menonton.

Bila ada diantara kalian yang belum pernah menonton, lebih baik anda menonton secepat-cepatnya. Suer ini film bagus. Dan saya akan coba buat resensi filmnya biar tambah penasaran bagi yang belum nonton.

The Godfather

THE GODFATHER

Film ini bisa dikatakan film serial drama kekerasan dan diadaptasi seutuhnya berdasarkan novel karangan Mario Puzo yang berjudul sama dengan judul filmnya. Digarap secara apik, penuh ketelitian, sungguh merupakan karya klasik. Epik yang menjadi contoh terbaik genre film gangster dan mafia. Penokohan karakter dalam Film ini sangat kuat , dengan pencahayaan, dan tata kostum dengan latar yang amat mendukung. Sebuah film nostalgia, yang mampu membangkitkan memori penonton tentang masa pertengahan dan akhir 1940-an dalam kehidupan bawah tanah Amerika.

Film ini berkisah tentang  sebuah keluarga mafia Corleone, dengan pengaruh dan kejayaannya. Tokoh fiktif keluarga mafia yang dikisahkan merajai Newyork  pada tahun 1940-an. Ritual-ritual dan kode kehormatan keluarga mafia (keluarga etnis italia/turunan itali)  ini sangat berbeda diantara masyarakat pada umumnya. Keluarga ini menerapkan sistem balas dendam, keadilan, hukum, dan kesetiaan diatas nilai-nilai lainnya (kehormatan dan martabat keluarga sangat amat dijunjung oleh anggota keluarga).

Suatu saat Don Vito Corleone (sang Godfather/pemimpin keluarga) ditembak di jalanan oleh musuhnya (keluarga mafia lain) anak lelakinya, Sonny, Fredo, dan anak kesayangannya Michael mengambil alih kepemimpinan. Peristiwa tertembaknya Don tak ayal memicu perang antar kelompok bawah tanah (para keluarga mafia itali) di Amerika. Sonny Corleone anak Don Vito yang emosinya meledak-ledak (temperamen tinggi) akhirnya tewas, membuat Michael (adik Sonny) naik kepuncak  kekuasaan menggantikan Don Vito yang pensiun.

Hampir semua pemain dalam garapan film ini tampil tanpa cela, plotnya dramatik, dan aransemen musik karya Nino Rota benar-benar tak terlupakan. Adegan-adegan kekerasan yang ditampilkan dalam film ini kadang-kadang mengejutkan dan tak biasa.

Judul :  The Godfather  Pemain : Marlon Brando (don Vito Corleone), Al Pacino (Michael Corleone), James Caan (Sonny Corleone), Jhon Cazale (Fredo Corleone), Robert Duval (Tom Hagen), Diane Keaton (kays Adam)   Sekenario : Mario Puzo dan Francis Ford Coppola  Sutradara : Francis Ford Coppola  Sinematografi: Gordon Willis   Musik: Nino rota  Produksi Gray Frederickson, albert s.Ruddy/Paramount Pictures  Panjang Film : 175 menit   Genre : crime,drama  Penghargaan : 10 nominasi Academy Award, termasuk Best Director; 3 nominsai untuk best supporting actor (James Caan, Robert Duvall, Al Pacino), Best Sound, Best original Score3  Academy Awards; Best Picture, Best Sound, Best original Score, Best Actor (Marlon Brando), Best Adapted Screenplay.

Nah sekarang film apa yang anda suka? (tulisan dah rampung, dan diluar masih saja hujan)

Iklan

5 responses to “Antara Buku Hilang, Hujan, dan The Godfather

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s