Ramadhan Diantara Kronologi Situasi

Setelah beberapa lama aku meninggalkan gubuk tercinta yang bernama Bulan Berkaca, dengan pelbagai alasanpun aku menelantarkan Rumah Tulisanku, maaf Bulan Berkaca, maaf telah melupakanmu, ijinkan aku untuk menempatimu kembali.

Senja di Pasopati

Senja di Pasopati

Sepucuk surat dibacanya, surat yang berisi pengutaraan sang ibu yang merindukan anaknya juga tentang kerasnya hidup di negeri orang, menjalankan kewajiban pengganti suami mencari nafkah menjadi tenaga kerja. Perempuan kecil itu pun menitikan air mata, membaca isi surat sang ibu, menerawang apa yang dirasakan dan perihnya hidup perempuan suci yang melahirkannya. Adzan pun berkumandang menghembuskan kebesaran sang Rabbi, menyentuh hati bagi orang yang beriman untuk mejalani titah yang suci. Perempuan kecil kini bergumam “Allahuma lakasumtu….” dengan hela nafas bersamaan perihnya air mata.

Kini bersandar dalam kelelahan, terduduk dihamparan pasir putih Pantai Kuta  yang halus, setelah seharian menjajakan kaki dengan kesenangan dan keindahan Tanah Lot. Gadis muda begitu antusias dengan pandangannya memandang ombak, air laut , dan awan di senja hari. Dengan memegang sebotol vodka dia terhanyut seraya merangkul seorang pria yang entah itu pacarnya atau mungkin suaminya atau mungkin orang lain yang baru saja ia kenal. Senda gurau, bahak tawa perlambang kesenangan seraya pengaruh minuman menambah gairah emosi yang terjadi. Sayup-sayup naungan Tuhan didengar telinga, dicampakan hati. “wahai kami ini manusia yang mencoba untuk perkasa”.

Bocah-bocah cilik berlarian di gang yang teletak dikawasan kumuh pemukiman ibukota, bersamaan dengan berbondong-bondong tua-muda, laki-perempuan, dari PNS sampai tukang loak menuju rumah Tuhan, Qiyamu lail tujuannya. Salah satu bocah cilik memprovokasi bocah cilik lainnya untuk melakukan bolos tarawih, sebagian bocah terpengaruh dengan provokasi sang bocah provokator. Perang petasan pun terjadi di gang tersebut tanpa mengganggu kekhusyuk-an ibadah para abdi Tuhan di rumah Illahi. “keikhlasanku seakan sengaja dalam niatku, keutamaan ini seraya terjunjung hingga disetiap hari dan waktu”.

Kronologi keimanan dalam episodik realita, mencerna perbedaan kekuatan pemikiran, menuju sang Tuhan, untuk mengingat, diingatkan dan tanpa teringat akan siapa itu kesejatian.

Iklan

8 responses to “Ramadhan Diantara Kronologi Situasi

  1. iya nih lama sekali Kak Amy menghilang dari blog juga twitter, semoga baik2 saja dan di bulan suci ini semoga kita diberi keberkahan serta pengampunanNYA…….

    banyak sekali yg menyia-nyiakan ramadhan, sedih rasanya 😦 tapi DIA yang lebih tahu mana yang baik dan salah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s