Sebuah Refleksi: Dari Takdir Hingga Menuju Apatis

 pertunjukan Spleen Theatre, Jerman 2011

Dari aku manusia yang mempunyai takdir, dan kini mencoba untuk berbicara tentang takdir. Ketentuan yang sudah mutlak dan akan terjadi. Tak bisa dilawan dan dibantah dengan kekuatan super apapun. Namun kita tak mampu untuk menebak takdir apa yang akan menimpa kita di kemudian hari, di bulan yang akan datang, di minggu yang akan datang bahkan sampai didetik yang akan datang. Semua menjadi rahasia. Dan tuhanlah satu-satunya pemilik takdir yang mengetahui.

Kenapa aku mengulas pembahasaan tulisan ini dengan masalah takdir, entahlah aku sendiri tak tahu. Mungkin karena keadaan ku yang terus gelisah dengan situasi yang terjadi. Dengan hati yang semakin sepi dan hipokrit dalam suasana yang ada. Dari kegalauan ini , dari kesepian hati yang terus larut, hingga membuahkan sebuah perenungan tentang irama kehidupan yang mutlak akan terjadi pada makhluk Tuhan.

Manusia memiliki takdir yang berbeda-beda, meski ada takdir satu orang manusia yang mirip dengan manusia lainnya. Itu memang sama Secara  esensi, namun secara substansi itu berbeda, jelas sangat berbeda, takdir dari jiwa yang berbeda, dari bentuk fisik yang berbeda, dari sejarah hidup yang berbeda dan dari proses datangnya takdir yang berbeda pula. Datangnya cinta itu takdir, banyak manusia yang jatuh cinta bahkan hampir semua manusia pasti mengalami jatuh cinta. Namun datangnya cinta pada tiap-tiap manusia itu pasti berbeda dari proses hingga mekarnya, dan mungkin berbeda pula ekspresi dan warna rasa di ujung hati masing-masing manusia yang merasakannya.

Takdir , sesuatu yang berdiri sendiri, sesuatu yang merdeka atau bersifat substantive. Datang secara terkonsep, tersusun,terorganisasi,dan misterius. sebuah kehebatan yang maha dahsyat yang dicipta Tuhan.  Aku menyadari bahwa Tuhan menciptakan segala susuatu secara rapi dan tersusun, dan menurutku bahwa setiap takdir makhluk yang satu dengan makhluk yang lainnya itu berkesinambungan dan terkoordinasi dengan baik.

Takdir pula bersifat mempengaruhi.  takdir si A berpengaruh terhadap takdir  si B ,takdir si B berpengaruh pada takdir si C, takdir si C berpengaruh pada takdir si A, terus begitu dan saling berkesinambungan. sebagai contoh, kasus sepasang kekasih.  atau bisa diambil samplenya tentang akhir hidup romeo dan Juliet. Dimana romeo mengakhiri hidupnya, dikarenakan menyaksikan kekasihnya Juliet mati dihadapannya. Dalam contoh tersebut bisa diartikan bahwa takdir romeo untuk mati ,dipengaruhi oleh takdir Juliet yang mati mendahuluinya.  Contoh lainnya seorang ayah yang mati terkena serangan jantung karena melihat anaknya yang tersandung masalah narkoba. Dari contoh ini saya yakin kamu bisa mengartikannya.

Secara umum, itulah gambaran perenungan pribadiku tentang takdir, masih dipertanyakan tentang kebenarannya, karena ini bersumber dari nalar subjektifku. Lalu dari semua pembahasan yang telah terpapar, apakah ada hubungannya antara takdirku dengan takdirmu. Kenapa takdirku sekarang harus menuliskan paparan takdir, dan kenapa takdirmu harus membaca ulasan takdir dari tulisanku?, Tuhan pasti mempunyai rencana yang tak kuketahui tentang semua ini.

Bandung(sekretare Kom IMM UIN BDG), 2008

Iklan

14 responses to “Sebuah Refleksi: Dari Takdir Hingga Menuju Apatis

  1. wait, ini tulisan tahun 2008, kah?

    itu aku lihat di catatan bawahmu, mi.

    hh, aku suka tulisan ini, entah kenapa sukaaakkk! takdir itu seperti seutas tali. tersambung, kalaupun terputus, berarti kehidupanmu juga.

    menurutku seperti itu, mi.

  2. dan takdir ku adalah luar biasa saat ini karena bisa membaca tulisan amy yg selalu renyah utk dinikmati….hmmm semoga saja lelaki yg tersandung narkoba itu bukannya dirimu Amy 🙂

      • haha tapi serius kok, selalu renyah kek krupuk ehehe btw suka maen teater juga?? pengen euy nonton amy maen teater apalagi denger amy baca puisi…senang mendengarnya lah klu amy gak make barang2 begitu 🙂

      • iya kak, nantilah kalo saya berteater di tmpat kak laras, tak kabarin, mendingan make kerupuk aja mbak renyah, daripada mke yg gituan dapat merusak akhlak dn generasi muda. (sok tau gini)..hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s