Sebuah Refleksi: Dari Takdir Hingga Menuju Apatis

 pertunjukan Spleen Theatre, Jerman 2011

Dari aku manusia yang mempunyai takdir, dan kini mencoba untuk berbicara tentang takdir. Ketentuan yang sudah mutlak dan akan terjadi. Tak bisa dilawan dan dibantah dengan kekuatan super apapun. Namun kita tak mampu untuk menebak takdir apa yang akan menimpa kita di kemudian hari, di bulan yang akan datang, di minggu yang akan datang bahkan sampai didetik yang akan datang. Semua menjadi rahasia. Dan tuhanlah satu-satunya pemilik takdir yang mengetahui.

Kenapa aku mengulas pembahasaan tulisan ini dengan masalah takdir, entahlah aku sendiri tak tahu. Mungkin karena keadaan ku yang terus gelisah dengan situasi yang terjadi. Dengan hati yang semakin sepi dan hipokrit dalam suasana yang ada. Dari kegalauan ini , dari kesepian hati yang terus larut, hingga membuahkan sebuah perenungan tentang irama kehidupan yang mutlak akan terjadi pada makhluk Tuhan. Baca lebih lanjut