Episodik Latar Yang Berbeda

pembangunan

“kenalilah dirimu sendiri, sungguh kenalilah dirimu dan aku harus mengenal diriku sendiri dan merasuk kedalam relung kalbuku, dengan demikian aku dapat membuang kebimbangan dan kekhawatiranku. Tugasku yang terpenting ialah memperlihatkan cita idamanku kepada sifat kodratku, dan selanjutnya memperlihatkan sifat eksistensi darah dan dagingku sampai kepada esensi jati diriku.” (Socrates)

 

Bergerak bersama bayangan, mencari penerangan mencari petuaangan.

Berbahan pakaian kemeja lusuh dengan bawahan jeans yang kumal, pemuda itu tidur dengan pulas beralaskan kardus, disebuah emperan toko dia tertidur. Tidak berselimutkan apa-apa, hanya berselimutkan malam yang dingin. Sepertinya pemuda itu habis mabuk berat, dia tentu punya tempat tinggal,punya tempat tidur, tempat dimana ia pulas terlelap setiap malam. Kiranya pengaruh alkohol penyebab dia tertidur di emperan malam ini.

Angin itu yang membawa dingin, angin itu yang membawa sejuk.

Depan sebuah kantor pelayanan jasa, di seberang jalan sebuah bank swasta. Terlihat lelaki muda yang mengenakan kemeja putih, dilehernya terpasang dasi biru berwarna tosca yang telah dilonggarkan olehnya. Sang lelaki terlihat  terlihat kelelahan, awalnya tak tahu apa yang ia tunggu, namun setelah sebuah taksi berhenti terjawab apa yang ia tunggu. Kemudian ia menaiki taksi itu, diraut wajah dan sorot mata penuh ambisi tersirat sebuah gambaran, bahwa ia ingin menuu sebuah lokasi, tempat dimana ia   akan terus beraktifitas sepanjang malam.

Hangatnya atap ini, membuat makhluknya berselimut malam.

Di tempat yang berbeda, di dalam ruangan, tepatnya disebuah kamar yang mewah, sepasang insan, entah itu pasangan suami-istri, atau pasangan kekasih yang usai bercinta, wajah cantik nan putih sang perempuan sungguh mempesona, membuat semua kaum adam yang bila melihatnya akan terkelepar hatinya. Sungguh disayangkan kini sang perempuan telah terlelap dan hanyut dalam pelukan sang lelaki yang berumur tiga puluhan . sepasang manusia itu terlelap dalam mimpi, diatas ranjang mewah sutra.

Awanpun kadang hitam, kadang putih. Dunia begitu luas, kadang matahari pun tak sempat berkeliling ke semua jagad. Diantara semua reklame dan fitur kehidupan, apa yang semua insan lakukan, apa saja yang telah dihasilkan dan  apa yang sebenarnya mereka cari? Diantara semua petualangan dan kesenangan, terletak di tiap sisi-sisinya sebuah titik hitam.

Bandung, 16 februari 2012

Iklan

9 responses to “Episodik Latar Yang Berbeda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s