Salahkah Bila Aku Lesbi?

siapa yang ingin berbeda? siapa yang ingin menjadi pembeda, dan siapa yang ingin menjadi penyebab perbedaan? aku… apakah aku…? aku tak ingin berbeda, aku ingin normal layaknya orang-orang pada umumnya. apakah mereka  ada sedikit pemikiran saja bahwa sebenarnya kita ini sama. sama manusia, sama punya hati, sama punya perasaan, sama memiliki cinta, sama suka bercinta. hanya saja yang jadi pembeda hanya aku bercinta dengan jenis kelamin yang sama, dan mereka bercinta dengan jenis kelamin berbeda. tapi perlu di catat aku masih bercinta dengan sejenis, yaitu jenis manusia. dan kalian pun pasti sama bercinta dengan sesama jenis manusia. benarkan? atau jangan-jangan kalian bercinta dengan jenis yang berbeda? aku harap tidak. karena betapa beratnya kau jika bercinta dengan berbeda jenis, aku saja  selalu sakit dan menderita memiliki perasaan cinta pada sejenis tapi beda kelamin. apalagi kalo berbeda jenis semisal kau memiliki perasaan pada ayam atau kambing, pasti kau lebih jauh menderita dari diriku. Baca lebih lanjut

Iklan

Hasrat Birahi, bukan Birahi

jepretanku, pada pertunjukan ayam kampus, Karya Rachman Sabur

“pergi…!” itu kata terakhir yang aku ucapkan. dan aku mengucapkannya pada diriku sendiri, bukan pada orang lain, apalagi seperti kamu yang tidak saya kenal.

“pergi aku kini benar-benar ingin mengusir mu dari kehidupanku!”. kali ini aku berucap lagi ,dan itu juga untuk terakhir kalinya,dan kalo memungkinkan aku mengucapkan itu bukan buat kamu lagi, tapi itu kutujukan buat hatiku. hati yang terpenjara, hati yang didalamnya terdapat suatu hal yang abstrak, yang kata orang sering disebut perasaan, dan perasaan itu kini makin terjebak dalam rangkaian labirinku yang rumit.
“aku tak bisa pergi” ada suara rintihan yang menjawab usiranku, aku mencari-cari suara itu, darimana suara itu? apakah asalnya dari rumah tetangga, tapi sepertinya bukan, karena aku tak punya tetangga. kucari-cari asal suara itu, kutelisik semua yang ada disekitar, ku babad semua benda yang ada di khayalanku hanya untuk menemukan suara itu.
“dimana kau suara? keluar kamu, tunjukan wujudmu, atau kamu akan kuusir, layaknya nasib ba Baca lebih lanjut