Sudah Jadi Kepompong Hasilnya Cacing Buruk Rupa

betapa malangnya nasib Jarum seorang petani muda yang hidupnya sendiri, menyendiri dari semua keadaan yang ada. menyendiri karena pilihannya hanya untuk sendiri. tak ada yang mau berteman dengan dia, tak ada orang tua atau sanak family lainnya. benar-benar hidup sendiri, yang ia punyai hanya sekotak kecil sawah dan gubuk derita tempat dia tinggal. karena itu setiap malam, setelah ia beraktifitas dalam kesendiriannya. Jarum sering merenung, berkontemplasi antara dirinya dengan hatinya dan dengan Tuhannya. ia tak mau hidup sendiri, ia tak mau jadi petani miskin. ia menginginkan untuk keluar dari zona penderitaan.

sehari didalam gubuk kecilnya Jarum beribadah kepada Tuhannya, satu minggu ia semakin khusuyuk dalam peribadatannya. berbulan-bulan ia berpuasa dan tafakur meminta keridhaan dari sang maha Kuasa.

dua bulan lebih jarum menjadi seorang pertapa yang seakan lupa akan dunia. ingin terbebas dari bentuk penjajahan nasib yang ia derita. dalam kegelapan malam, diantara sekian malam yang datang ,muncul sebuah pesan yang datang dari pikirannya, pesan tersebut seperti mimpi, datang melalui alam bawah sadarnya. Jarum memimpikan seekor Ayam betina yang terbang dari langit hingga jatuh didepan gubuknya, dan ayam tersebut memanggil-manggil namanya. teramat cepat mimpi itu ia rasakan, dan cepat pula ia kembali kealam pikiran  yang hitam dan gelap. Jarum membuka matanya, jarum menyudahi pertapaannya. jarum masih memikirkan arti dari pesan yang ia dapatkan dari pertapaannya. kkookkook betttok.. jarum terperanjat ketika mendengar suara kokokan ayam. ia tersontak kaget tatkala melihat seekor ayam betina yang ia lihat didepan gubuknya.

Jarum sekarang sudah kaya, didepannya kini terhampar kemewahan dan kepuasan dunia. Tuhan telah mengabulkan doanya, Tuhan memberikan permintaanya. setahun setelah pertapaan, setelah Jarum menemukan ayam betina yang turun dari langit. ayam betina itu dipeliharanya, berkat ayamnya itu jarum mendapatkan  keberuntungan yang terus mengalir. keberuntungan  yang berulang ulang. ayam betinanya menghasilkan telur banyak, dalam sehari ayam betinanya itu bisa menghasilkan telur sebanyak seratus butir bahkan bisa lebih. sebulan dia menjadi pengusaha telur. tiga bulan dia jadi pengusaha telur dan pengusaha ayam (Jarum mencoba menetaskan telur yang dihasilkan ayamnya, kemudian diternakan dan selanjutnya ia memproduksi ayam ternak), satu tahun dia menguasai semua industri perdagangan di daerahnya. berawal dari telur yang dihasilkan oleh ayamnya. sekarang bisa dilihat betapa kayanya dia. rumah megah dibeberapa kota. puluhan perusahaan besar, ratusan pabrik kini ia punya. begitupun ia dengan mudahnya mempersunting istri yang begitu cantiknya. perubahanan Jarum sangat kontras, dulu Jarum yang hanya seorang hama, seorang petani kucel yang melarat, berubah martabat dan drajatnya menjadi seorang pengusaha besar muda yang bonafite juga elite.

namun sayang semakin hari kesombongan mengerogoti hati Jarum, semakin hari hatinya semakin kian tinggi. tak mau dia di samakan dengan bawahannya. dia menjadi yakin bahwa sistem kasta memang ada. membuat sebuah pernyataan bahwa dirinya memang berbeda dengan orang-orang disekitarnya. dia meyakini bahwa dia berada paling tinggi status sosialnya diantara manusia-manusia dilingkungannya.

keadaan Jarum memang sudah berubah baik fisik, materi, maupun hatinya. keadaannya berubah baik dan terus progresif dalam segi ekonomi, dalam segi amal perbuatan mengalami defisit hingga mencapai koma. kenaikan dalam penurunan.

Jarum semakin kaya harta namun hatinya melarat, dia sekarang lupa akan Tuhannya, lupa akan kewajiban-kewajibannya sebagai manusia. hanya waktu yang akan menentukan akhir dari Hidup Jarum seperti apa.

Jarum mengalami metamorfosis keangkuhan, perefleksian diri yang hitam. tak jadi kupu-kupu dia berubah. perubahan yang lebih mirip belatung atau cacing buruk rupa.

Iklan

4 responses to “Sudah Jadi Kepompong Hasilnya Cacing Buruk Rupa

    • thanks mas chris, udah berkunjung kesini..
      kisah dari si jarum akan berlanjut mas. cuman si jarumnya skrg lg kena muntaber.. paling ada si teko yg akan gantikan sijarum di kisah selanjutnya.. 🙂
      skali lg mksih mas dah berkunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s