GURU ( Agar Tetap Digugu dan Ditiru)

Pada periode perang dunia ke dua tepatnya setelah pihak amerika menjatuhkan bom atom di wilayah Nagasaki dan Hiroshima. Kaisar Hirohito, yakni, kaisar jepang waktu itu bertanya kepada penasehatnya , yang dipertanyakan bukan tentang berapa rakyatnya yang tewas, atau berapa jumlah prajurit yang tersisa tapi yang dipertayakan sang kaisar adalah berapa guru yang masih hidup. Kisah historis ini mempunyai  pesan bahwa pendidikan itu no satu, hal yang bisa membuat sebuah Negara itu besar dan makmur adalah bidang pendidikan  dan selanjutnya adalah bidang yang lainnya. Jadi guru mempunyai peran yang besar untuk membangun sebuah kemajuan Negara. Pendidikan itu sendiri tak  bisa lepas dari campur tangan seorang guru. Maka tak heran Negara seperti Jepang maju pesat dalam perekonomian, bidang teknologi, bidang keilmuan dan bidang-bidang lainnya didunia. itu dikarenakan  pemerintah dan masyarakatnya begitu memperhatikan kesejahteraan gurunya. Baca lebih lanjut

Kalo Malam Namanya Bukan Siang

 Betapa senangnya bumi berotasi mengelilingi matahari, oleh karena bumi itu bulat (bundar) jadi setiap wilayah yang ada didunia harus bergantian   merasakan matahari. Membeli tiket pertandingan Sepak bola pun harus ngantri (apalagi jika yang mainnya timnas) begitupun dengan semua wilayah didunia ini, mereka pun harus ngantri untuk mendapatkan cahaya matahari (bedanya kalo ngantri disini tidak rusuh kayak ngantri bagi-bagi beras).  Oleh karena proses semesta tersebut lahirlah perhitungan tentang waktu dan penamaan waktu. Adanya perhitungan waktu dimulai dari jam 1 dini hari sampai jam  24 malam. Ada juga penamaan tentang waktu yakni Fajar  ,pagi, siang, sore, lalu malam. Baca lebih lanjut