Anak Halal dari Proses yang Haram

Teman-temannya bilang Rusak anak hina, hina sehina-hinanya seorang anak. Hina sehina-hinanya seorang manusia yang dilahirkan tanpa adanya seorang ayah, atau seorang bapak, atau sewaktu ibunya melahirkan Rusak, tak ada namanya seorang suami dalam proses kelahiran anaknya itu.

 Ibunya menamakan dia Rusak, nama itu terbersit dari pikiran ibunya yang memang sudah rusak,nama itu lahir dari otak ibunya setelah beberapa menit Rusak lahir. Menurut ibunya nama Rusak itu adalah cerminan nasib dirinya yang menganggap bahwa dulu ia telah rusak, rusak karena memang tubuhnya telah terpakai oleh puluhan lelaki tak punya moral, rusak karena akhirnya dia mendapatkan musibah harus mengandung seorang janin  yang pada sampai batas waktunya janin tersebut akan bermetamorfosis jadi seorang manusia yang bernama Rusak. Berulang kali Ibunya ingin menggugurkan Rusak yang kala itu masih janin. Betapa ibunya ingin sekali mengaborsi musibah yang ia dapatkan dengan mengakhiri nafas yang ada didalam kandungannya itu. Namun selalu gagal, ibunya Rusak selalu tak berhasil ketika mencoba mengaborsi Rusak yang masih janin itu. Ada suara yang selalu mencegahnya, ada sebuah cahaya terang yang selalu menghalangi, ada kabut yang sering mengaburkan pikirannya. detik demi detik sampai berbulan-bulan akhirnya sang ibu mengurungkan niat membunuh Rusak   hingga Rusak pun terlahir kedunia yang semakin rusak. Dan nama Rusak pun melekat pada manusia mungil yang terlahir itu. Ibu Rusak haru, ibu Rusak senyum, Ibu Rusak tertawa, Ibu Rusak bahagia. Rusak lahir musibahpun jadi anugerah.

“Rusak namamu adalah Rusak, agar kau selalu ingat terhadap dunia yang akan terus semakin rusak. Agar kau selalu memahami arti rusak hingga pada akhirnya kau tak berbuat rusak karna kau tahu betul apa itu rusak dan kau tahu pula akibat dari berbuat rusak”. “Rusak, dirimu terlahir dari sesuatu yang rusak, dari proses yang rusak, dari pikiran yang rusak. Tak mau kau jadi anak yang rusak, ibumu ini akan mencoba kau untuk tak rusak, mencoba pula agar ibumu juga tak membuat hal yang rusak lagi padamu dan pada diri ibumu sendiri”. “Rusak kau anugerah ibu, Rusak kini aku cinta kau seorang, cinta Rusak, Cinta Rusak anakku bukan cinta rusak-rusak yang lainnya.”

Rusak kini duduk dibangku sekolah, Rusak bersekolah dengan anak-anak seusianya. Anak-anak yang masih pada pemikiran anak-anaknya. Anak-anak yang masih  kecil, kecil dari ukuran tubuhnya, kecil dari pemikirannya. Rusak punya banyak teman. Teman yang selalu memanggilnya Rusak, teman yang sikapnya tidak berteman, teman yang pada akhirnya sering menjulukinya anak tak punya ayah, anak seorang bekas pelacur, anak haram. Dan semua temannya bilang begitu, teman sekolah,juga teman di lingkungan tempat dia tinggal. Teman namun tak punya sikap berteman, teman yang mungkin dihasut pikirannya oleh ayah ibunya yang tahu akan sejarah kehidupan Rusak dan ibunya. Alangkah malang Rusak.

Suatu saat Rusak dikeluarkan dari kelas belajarnya, anak kecil yang malang itu diusir dari sekolahnya. Pihak sekolahnya berpikiran mengeluarkan rusak, karena Rusak mempunyai pengaruh buruk pada teman-temannya. Pengaruh buruk karena Rusak anak hina, hina karena tak punya bapak, tak punya ayah, hina karena anak hina, hina karena dia Rusak, hina Karena anak seorang mantan pelacur, hina karena rusak anak haram. Tidak terlalu lama Rusak menganggur dimasa kecilnya, setelah di usir dari sekolahnya, dia mendapatkan sekolah yang baru, dia belajar lagi dia punya teman lagi. Namun sayang Rusak  diusir lagi dari sekolahnya dengan alasan yang sama seperti alasan yang dikatakan pihak sekolah dulunya. Tapi Rusak mendapatkan lagi sekolah barunya, sayangnya dia dekularkan lagi.  Terus begitu, terus berulang-ulang Rusak mendapatkan sekolah, dan berulang-ulang pula Rusak dikeluarkan. Dikeluarkan dengan alasan yang sama. Yaitu Rusak pengaruh buruk bagi teman-temannya, pengaruh buruk karena tak punya ayah, pengaruh buruk karena ibunya mantan pelacur, pengaruh buruk karena dia Rusak, karena dia anak haram. Rusak pun lelah, Rusak capek dan dia pun tak ingin kembali bersekolah. Kasian Rusak, malang nasib Rusak anak yang baik namun tak baik keadaannya.

Suatu hari Rusak diejek teman-temannya, teman-teman dari anak tetangganya. Rusak diejek anak haram, anak yang amat haram, anak yang tak punya ayah, anak mantan seorang pelacur. Rusak diam saja, teman-temannya malah makin asyik dengan ejekannya, akhirnya rusak marah juga. Rusak balas mengejek, mengejek pada salah satu temannya yang mengejek, kepada salah satu temannya yang tak punya ayah pula. Rusak mengejek sama pada temannya itu, mengejek bahwa diapun sama anak haram karena tak punya ayah, berarti sama ibunyapun seorang pelacur karna tak punya suami. Anak yang diejek Rusak pun marah, marah bukan karena benar apa yang dikatakan Rusak, marah karena Rusak mengada-ngada, karena rusak asal bicara, ayahnya memang tak ada, tapi bukan seperti Rusak, dia tak punya ayah karena ayahnya mati tertabrak kereta, dan ibunya memang bukan pelacur. Rusak senang temannya marah. Anak yang diejek Rusak semakin marah, dan teman-teman yang lainnya pun ikut marah. Rusak dipukul oleh anak itu dan teman-temannya, rusakpun melawan. Tapi apa daya satu berbanding sepuluh. Rusak pun habis. Temannya mengambil batu dan melibas wajah Rusak dengan batu. Kepala rusak hancur, teman-temannya lari,Rusak pun mati.

Ibu Rusak menangis, menangis di pemakaman, menangis dihadapan kuburan anaknya, menangis didepan jasad Rusak yang telah dikubur, menangis melihat makam anaknya yang masih kecil. Menangisi matinya anaknya Rusak yang baik.

“sedih anugerah ibu hilang, sakit kehilangan Rusak yang tak rusak” “Rusak kau mati dalam dunia yang tak adil,dunia yang rusak. Rusak malang, Rusak anakku sayang dengan nasibmu yang teramat malang . ibumu perih, ibumu sakit. Rusak bukan anak haram, Rusak bukan anak yang rusak. Ibu yang Haram kelakuan ibu dan bapakmu yang entah siapa itu yang haram, kau tercipta dari hal yang rusak kau tak rusak. Mereka yang Haram, haram karena tak menyadari rusak bukan anak haram. Haram bahwa kelakuannya yang haram mengolok-olok anak haram kepada yang bukan anak haram. Malang nasibmu Rusak. Ibu sedih, ibu bangga, sedih rusak kini mati. Bangga karena kau mati dengan hati yang tak Rusak. Dengan dirimu yang kecil, dengan dosamu yang kecil. Tak rusak dan tak sebesar dengan dosa manusia-manusia lainnya.”

lihat pula

Anjing Menggonggong Kafilah pun tak Berlalu

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s