Cinta Memang Seks, Cinta Itu Kambing

sempat tak sempat pasti bakal sempat. sempat-sempatnya dalam keadaan genting ini aku masih berpikiran tentangnya. tentang seseorang yang tak akan mungkin berpikiran tentangku. pagi tadi secara tak sengaja aku menabrak becak. bukan becak yang menabrak, tapi aku yang menabrak. akhirnya aku dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Dan disinilah kini aku berada. di tempat yang berbau mayat, bau obat, dan bau pantat. tulangku retak semua dari kaki hingga kepala. semuanya gara-gara becak, lebih tepatnya gara-gara aku yang melamun dan menubruk becak yang malang. info yang aku dengar katanya becak yang aku tabrak sedang dalam keadaan koma saat ini. ksaian becak, kasian aku.

kejadian berawal kaetika aku bangun dari bobo, dan seperti biasa ku buka situs jejaring pertemanan didunia maya lewat ponsel. dan kubuka wallnya cewek yang aku keceng, alangkah terkejutnya melihat setatus hubungannya kini telah berpacaran. berpacaran dengan laki-laki yang kalah tampannya dibanding aku. aku cemburu, aku panas dan aku sakit. aku keluar kamar, aku keluar rumah, aku lari kejalan tanpa basa-basi. aku juga tak tau lari buat apaan. akhirnya aku jalan daripada harus capek berlari. pikiranku kosong, penglihatanku hampa, dan akhirnya…jeldooorrrr…jledeeeeg,, aku menabrak becak yang lagi parkir. aku shock, dan aku pingsan pada akhirnya.

setelah kejadian yang aku alami tadi pagi aku heran, dan aku tak mengerti dengan jalan pikiranku sendiri. tak benar jika direnungi memikirkan seseorang yang tak pernah tahu bahwa aku memang sering memikirkannya. Oh My God apalagi dia tidak kenal ma aku, dan aku juga sama tak kenal sama dia. lantas kenapa aku jatuh cinta sama dia. nasib yang aneh, atau memang aku sendiri yang terlalu aneh untuk hidup.

terjadinya konlik batin yang ada didalam jiwaku ini membuat aku tak sadar bahwa dari tadi di samping ranjangku ini ada suster yang mau memberikanku obat. aku pura-pura kaget biar seru. suster pun lebih kaget lagi melihat ekspresi kagetku. akhirnya suster sama aku saling kaget-kagetan (cerita yang aneh). akhirnya suster memberikan aku obat penenang, agar aku bisa bobo nyenyak malam ini. setelah aku meminum obat, suster membicarakan hasil test laboratorium tentang masalah kesehatan yang sedang aku alami ini. ternyata tulang-tulangku mesti di reparasi di bengkel ketok magik. dan yang paling mengerikan lagi ternyata selama ini aku mengalami gakgurakguk syndromenia yaitu sebuah gejala penyakit yang menyerang fisik kekebalan tubuh, dan juga kekebalan mental. jadi penyakit ku itu adalah sebuah penyakit akut dan katanya sudah stadium akhir menyerang tubuhku secara lahir maupun batin.

ternyata obat penenang yang dikasih suster padaku tadi tidak membuat aku tenang malah hatiku semakin dagdigdug darderdor berisik seperti petasan dan acara tujuhbelasan. suster itu keji, kenapa harus memberitahukan hal yang seperti itu padaku. padahal nanti saja kasih tahu akunya setelah aku mati dikubur jadi sampah. aku menangis, menangis tanpa adanya air mata (takut dibilang cengeng). dokter yang memeriksa akupun datang ke ruanganku sembari membawa stetoskop ,mikroskop, dan teleskop. dokter menjelaskan sama aku bahwa memang penyakit gakgurakguk syndromenia itu sebuah penyakit yang berbahaya, sangat mematikan, dapat membuat orang meninggal dalam waktu seminggu ditambah satu bulan. tapi dokter yang lumayan tampan itu pun melanjutkan pembicaraannya bahwa penyakit ini dapat disembuhkan, 100% persen sembuh katanya, dan seratus persen gagal katanya. sungguh penjelasan yang aneh, penyakit itu bisa sembuh dengan cara operasi pencangkokakan otak ,jantung, tubuh, hati dan perasaan. malam ini juga operasi itu bisa dilakukan kata dokter itu, cuman harus ada dana sekitar satu juta dolar untuk biaya operasi. begitulah menurut penuturan dokter yang memeriksa aku. dan akupun bilang sanggup untuk operasi malam ini karena aku kaya. dan aku juga pemilik Rumah Sakit internasional ini.

operasi ini akhirnya dilaksanakan, semua peralatan, semua sarana prasana untuk operasi telah siap. bahan-bahan proses pencamgkokan pun sudah ada. malam itu juga aku dioperasi.

selama dupuluh empat jam aku di operasi. selama 2 menit aku koma. sampai akhirnya aku sadar. hebat, amazing, semua rasa sakit ku yang ada di tubuh dan yang ada di batin tak terasa sakitnya. aku sudah sembuh. aku senang, aku bahagia aku sudah sembuh, aku teriak-teriak kaya orang gila. aku menangis kegirangan. namun ada sedikit yang mengganjal suaraku koq berubah, badanku juga terasa berubah. aku kan tak ada jangutnya , koq kurasakan kini aku punya janggut. kulihat kekaca.. okh busyet kenapa aku jadi kambing. kambing bertanduk lima. gak mau aku gak mau jadi kambing, ada apa ini, apakah aku bermimpi? ternyata tidak, ini nyata, aku jadi kambing, dan aku mengembik tak berbahasa manusia lagi. dokter pun datang keruanganku  dan dokter heran kenapa aku malah menangis sedih dan durja. langsung aku marah-marah pada dokterku dengan bahasa kambing yang diterjemahkan ke bahasa manusia. dokter akhirnya angguk-angguk dan mencoba manjelasakan padaku bahwa sebenarnya operasi yang dilaksanakannya itu berhasil dan penyakitnya sudah disembuhkan, namun dia lupa mengatakan bahwa proses pencangkokan yang dilakukan dalam operasi itu bukan ke sesama manusia, tapi pencangkokan tersebut dilakukan kepada hewan salah satunya kambing.

aku pun hancur, hancur bukan karena aku jadi kambing tapi hancur, sedih , dan takut karena besok itu adalah idul adha dan aku pasti dikurbankan.

akhir cerita aku mati dikurbankan, semoga saja aku masuk surga

lihat pula tulisan Hasrat Birahi, Bukan Birahi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s