Dia Jalang Karna Dia Lajang

setiap hari kerjaannya hanya jadi hama, hanya jadi pengganggu di desa. Rt, Rw, Lurah, sampai Camat bingung bagaimana mengatasi manusia keramat yang suka bikin gara-gara di desanya.  dia terlahir sendiri, tak punya ayah, tak punya ibu, tak punya saudara. mereka semua kabur entah kemana dan meninggalkan dia yang masih bayi di rumah kontrakan yang sudah habis masa sewanya. sampai sekarang tak tahu dimana keluarganya berada, mungkin sudah mati semua.

sejak dari bayi dia tak bernama, namun ada tetangga yang ikhlas merawatnya dan memberikannya nama. tetangga yang baik hati itu memberikan namanya Katel, kepanjangannya adalah Katel Cawan Penyaringan. sungguh nama yang bagus. katel dirawat sampai umur delapan tahun. dan setelah umur itu Katel hidup mandiri, Katel hidup berdikari. dengan usaha mengubur orang mati (tukang Gali kubur) sungguh dia punya pekerjaan mulia.

namun sayang semakin bertambah umurnya, semakin nambah usia, semakin tak berbudi akhlaknya. jalang kelakuannya. kerjaannya pun berganti jadi bandar judi, jadi rentenir, jadi pengurus rumah bordir, dan pekerjaan yang terakhir adalah jadi eksekutif muda yang punya perusahan dibidang apa saja yang penting itu haram.

setiap harinya si Katel bikin ulah di desanya, bikin keributan di kampungnya, bikin kehebohan dimana dia berada. akhirnya Katel jadi preman, jadi preman di kampung Dorokdok, di desa Taikotok, kecamatan Rancaorok. Katel jadi terkenal. katel jadi selebritis yang dibenci, dan yang dicintai. dibenci masyarakat, dicintai teman-teman kriminalnya. apalagi kini katel punya banyak kenalan aparat hukum yang ada di desanya. yang ada dikotanya, katel kenal betul orang-orang yang ada di pengadilan, Katel kenal semua orang yang ada di tahanan. karena memang katel senang keluar masuk pengadilan, dan terlampau sering jadi tahanan. hebat prestasi Katel didunia kriminal. semua orang salut padanya.

sudah lebih dari 10 tahun Katel berjuang dan berurusan dengan kriminal dengan kerjaannya. namun Katel ya tetap sederhana. tidak kaya-kaya, dan tidak miskin juga, pokoknya biasa saja. Katel pun masih hidup sendiri, hidup sebatang kara. walau banyak teman tetapi dia masih merasa tetap sendiri saja. dia pengen pendamping, dia pengen kekasih, dia pengen seorang istri untuk dinikahinya. tapi siapakah wanita yang mau menikah dengan orang yang gaharm orang yang garang seperi dirinya.

akhirnya dihari yang tenang, di siang yang teduh Katel dengan semua tentaranya (anak buah), dengan semua teman-temannya. mengumpulkan warga desa, mengumpulkan semua perangkat-perangkat desa, dimulai dari Rt saampai Camat. Katel pun berorasi, Katelpun berpidato, katelpun banyak bicara seperti pembina upacara. katel berbicara tentang maksud mengapa dia mengumpulkan semua orang desa, mengapa dia mengumpulkan banyak masa. Katel pun menjelaskan keinginannya untuk dapat mempunyai istri, dan katel meminta kepada semua orang desa untuk mencarikannya istri, bagi siapa saja yang punya anak perawan, baik gadis atau janda yang penting wanita. harus merekomendasikan anaknya pada tim panitia pengawasan dan pendaftaran Katel mencari istri (KMI). kalau dalam sebulan warga desa tak ada yang merekomendasikan anaknya. maka Katel dan antek-anteknya akan memporak-porandakan kampung dorokdok, dan semua kampung lainnya di kecamatan Rancaorok.

warga desa geger, warga desa ketakutan. sudah tiga minggu lamanya setelah Katel mengumpulkan masa di desa. tapi tak ada satupun wanita yang mau dan yang direkomendasikan oleh orang tuanya. warga takut, warga ngeri bila Katel dan semua pasukannya akan meluluh lantakan desanya. tapi warga juga lebih takut dan tak sudi bila Katel menjadi menantu mereka, menjadi suami dari anak-anak mereka.

datanglah suatu hari yang membuat masyarakat senang, membuat warga tenang. Mangkok seorang janda yatim piatu, seorang janda yang tak punya anak, seorang janda yang baru ditinggal suaminya yang kawin lagi. Mangkok mengumumkan kepada warga bahwa dia  siap untuk menikah dengan Katel sang preman dari kampung Dorokdok. warga bersorak, warga bergembira, dan warga juga heran. heran karena Mangkok, janda kembang desa Taikotok mau menikah dengan Katel, sang pria kejam dan garang itu.

hingga tibalah acara pernikahan Katel Cawan Penyaringan dengan janda cantik yang bernama Mangkok Dimeja Makan. pernikahannya begitu meriah bertempat di balai desa. wajah Katel begitu girang, sementara wajah dari Mangkok terlihat meriang ,kontras berbeda dengan suasana hati dari Katel. dan sekarang katel resmi punya istri, sekarang katel punya keluarga, sekarang katel jadi pemimpin rumah tangga.

Telah dua tahun katel merajut rumah tangganya dengan Mangkok, kehidupan Katel pun seratus persen berubah. Mangkok pun tak menyangka dia akan bahagia hidup bersama katel. sekarang mereka punya anak dua sesuai dengan program KB. mereka berdua hidup sakinah mawaddah warohmah. warga desa juga tak menyangka bahwa kehidupan katel berubah. sekarang Katel tak pernah bikin onar, malah sekarang Katel yang selalu menjaga desa. semua pekerjaan Katel yang dulu berbau maksiat kini ditinggalkannya. katel sekarang bekerja sebagai kepala keamanan , sebagai kepala hansip di desanya, bekerja dengan mengabdi penuh kepada warga masyarakat sekitarnya. Katel kini bahagia, katel kini tersenyum.istrinya yaitu mangkok juga tersenyum, mangkok bahagia, mangkok sadar dengan pernikahannya bersama Katel itu merubah hidupnya , dan merubah hidup katel. mangkok sadar sebenarnya katel dari dulu itu baik, cuman katel semenjak kecil tak punya seseorang yang mengerti keadaannya, tak mengerti hatinya, tak mengerti kesepiannya, tak mengerti apa yang diinginkannya. hingga mangkok datang kekehidupannya, datang dengan perhatian, datang dengan kasih sayang dan cinta, datang dengan rasa penuh aroma bahagia. sekarang Katel jadi manusia baik, katel tak jalang lagi, karna katel kini tak lajang lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s